Wednesday, February 19, 2014

PT. Asuransi Sinar Mas (ASM) meluncurkan produk asuransi "Simas Sehat Income" dengan penawaran premi minimum sebesar Rp1.200 per hari.

Jumat, 14 Februari 2014 13:04 WIB |

Jakarta (ANTARA News) - PT. Asuransi Sinar Mas (ASM) meluncurkan produk asuransi "Simas Sehat Income" dengan penawaran premi minimum sebesar Rp1.200 per hari.

Direktur PT Asuransi Sinar Mas, Dumasi M M Samosir, dalam siaran pers di Jakarta Kamis mengatakan, produk ini menargetkani konsumen yang memang belum memiliki asuransi, maupun konsumen yang sudah memiliki jaminan asuransi, baik dari korporasi maupun individu, namun masih dibatasi sehingga belum mencukupi kebutuhan.

Dia menjelaskan, "Simas Sehat Income" akan memberikan Jaminan Utama santunan tunai harian dan santunan pembedahan jika peserta harus menjalani perawatan inap di Rumah Sakit. 

Kemudian, selain Jaminan Utama, produk ini juga memberikan Jaminan Tambahan berupa santunan meninggal dunia dan cacat tetap akibat kecelakaan serta santunan perawatan inap.

"Sebagian besar masyarakat menjadi mulai menyadari  pentingnya asuransi kesehatan bagi keluarga. simas sehat income kami hadirkan untuk memenuhi kebutuhan ini. Hal itu juga karena Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional yang dilakukan pemerintah," ujarnya.

Selain dengan premi yang dinilai sangat terjangkau, produk ini juga memberikan layanan kepada pelanggan agar dapat 
"double cover", dan cara pengajuan yang lebih mudah dengan fotokopi kwitansi, serta pilihan rencana yang bervariasi.

Selain itu, menurut Sinar Mas, produk ini relatif mudah diperoleh karena menggunakan system otomatis aksep yang langsung terbit, tanpa pemeriksaan kesehatan dan memberikan fasilitas perpanjangan polis secara otomatis.

Pada 2013, secara keseluruhan sektor asuransi kesehatan menyumbang 20,18% atau Rp. 828 miliar dari total premi brutto ASM sebesar Rp 4,1 triliun.  

Adapun target premi brutto ASM untuk tahun 2014 adalah sebesar Rp. 4,4 Triliun.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2014

 

 

Thanks and Best Regards,

Selvi Aldriani – 0817.487.0850

Find me on FB Groups : Indonesian Insurance e-community

https://www.facebook.com/groups/indonesian.insurance.ecommunity/

 




This email is free from viruses and malware because avast! Antivirus protection is active.


KADIN TINGKATKAN ASURANSI BAGI UKM

Created on Senin, 17 Februari 2014 14:02

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengharapkan agar lembaga keuangan meningkatkan asuransi bagi para debitur Usaha Kecil dan Menengah (UKM). “Belajar dari tingginya tingkat ancaman bencana di Tanah Air ini, asuransi debitur UKM, utamanya pelaku usaha mikro perlu ditingkatkan lagi. Banyak bencana, berarti risiko kredit macet makin besar,” kata Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Bidang UKM dan Koperasi, Erwin Aksa, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (17/2).

Erwin menjelaskan, jumlah lembaga keuangan yang memberikan asuransi pelaku usaha mikronya, berupa asuransi kecelakaan, kesehatan dan meninggal dunia masih minim.

“Jadi, bukan hanya pinjamannya diasuransikan, orangnya juga sebab karakter pelaku usaha kecil dan mikro ini masih sulit memisahkan mana aset pribadi yang mana aset usahanya. Kalau dia sakit atau meninggal, dana usahanya yang diambil buat biayanya,” ujar Erwin.

Erwin memperkirakan, rasio non performing loan (NPL) kredit UKM di beberapa daerah terdekat dengan lokasi bencana akan melonjak pada semester I/2014. Namun, secara nasional masih cukup terkendali karena perbankan sudah punya mekanisme internal untuk menyelesaikan kredit-kredit bermasalah dan melakukan pengelolaan risiko (risk management).

Bank Indonesia (BI) sebelumnya memproyeksikan NPL secara keseluruhan pada tahun ini akan meningkat dan mencapai kisaran 2,8-3,2 persen. Selain itu, pertumbuhan kredit akan ikut melambat dibandingkan tahun 2012 dan 2013. BI memprediksi pertumbuhan pada kisaran 15,3-16,6 persen.

Di samping itu, Kadin juga mendukung rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meringankan beban debitur pelaku usaha korban letusan Gunung Kelud. “Pada prinsipnya Kadin mendukung langkah OJK. Apalagi ini sebagian besar pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) menjadi korban bencana. Gunung Kelud ini juga skalanya lebih luas,” kata Erwin.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad sebelumnya mengatakan, akan mengeluarkan kebijakan yang dapat melonggarkan beban para debitur yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud. Namun, Muliaman mengatakan akan akan memperlajari dulu sejauh mana dampak erupsi.  

Erwin menambahkan, dampak dari Gunung Kelud jauh lebih luas bagi dunia usaha karena sudah menjangkau lebih dari lima provinsi. “Otomatis ini sangat berpengaruh pada proses distribusi, supply chain dan retail, di mana banyak UKM memperoleh manfaat di dalamnya,” ujar Erwin. 
(*/DKu)

 

Thanks and Best Regards,

Selvi Aldriani – 0817.487.0850

Find me on FB Groups : Indonesian Insurance e-community

https://www.facebook.com/groups/indonesian.insurance.ecommunity/

 




This email is free from viruses and malware because avast! Antivirus protection is active.


Perlu ! Asuransi Bencana

MONDAY, 17 FEBRUARY 2014 18:23   

Perlu, asuransi bencana

 

Ekonomi & Bisnis

WASPADA ONLINE

(WOL Photo/Ega Ibra)

JAKARTA - Bencana alam silih berganti di Indonesia pada awal tahun ini. Mulai dari meletusnya Gunung Sinabung, banjir yang terjadi di sejumlah daerah, hingga meletusnya Gunung Kelud. Sejumlah bencana yang terjadi tersebut memunculkan kembali pentingnya asuransi bencana bagi masyarakat Indonesia.

Pengamat asuransi, Munawar Kasan bilang, asuransi bencana itu memang penting karena banyak bencana di Indonesia.

Menurutnya, jangan sampai jika terjadi bencana masyarakat menanggungnya sendiri. Selain itu, asuransi bencana juga penting agar pemerintah tidak sendiri merehabilitasi dan merekonstruksi karena sudah bekerjasama dengan asuransi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Julian Noor juga berpendapat sama. Namun, pemerintah sebaiknya juga membuat skema asuransi bencana dengan masak-masak. Jangan sampai pemerintah hanya menanggung daerah yang rawan bencana karena dengan begitu industri asuransi tidak akan masuk karena asuransi tidak ingin menjamin sesuatu yang pasti terjadi.

"Misalnya pemerintah hanya mengasuransikan Kampung Pulo, ya tentu saja asuransi tidak mau karena sudah pasti banjir di sana. Tetapi kalau pemerintah mengasuransikan seluruh Jakarta tentu asuransi mau masuk karena akan ada subsidi dari daerah yang tidak terkena banjir," kata Julian.

Hingga saat ini, skema mengenai asuransi bencana belum diputuskan. Menurut Julian, asosiasi saat ini ikut dilibatkan dalam pembahasan asuaransi bencana dengan Kementrian Keuangan. Akan tetapi, pemerintah yang akan memutuskan skemanya, sedangkan asosiasi hanya dilibatkan untuk memberi masukan.

Julian menambahkan, hingga saat ini asuransi bencana kebanyakan digunakan oleh masyarakat perkotaan karena sudah adanya kesadaraan akan pentingnya asuransi bencana dan kemampuan untuk membayar preminya. Sedangkan masyarakat pedesaan masih belum sadar akan pentingnya asuransi bencana.
(dat16/kontan)

 

 

Thanks and Best Regards,

Selvi Aldriani – 0817.487.0850

Find me on FB Groups : Indonesian Insurance e-community

https://www.facebook.com/groups/indonesian.insurance.ecommunity/

 




This email is free from viruses and malware because avast! Antivirus protection is active.


OJK Godok Peraturan Produk Asuransi

 

Ilustrasi asuransi. (sumber: Foxnews)

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menggodok peraturan tentang produk asuransi. Peraturan ini merupakan perubahan dari peraturan yang ada sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.53/PMK 010/2012 tentang produk asuransi dan pemasarannya.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani mengatakan, hal yang membedakan peraturan ini dengan peraturan sebelumnya, yaitu adanya peraturan tentang produk bersama.

"Misalnya produk yang dibuat bersama perbankan, dulu kan perizinannya harus ke dua institusi, sekarang kan tinggal ke OJK,"tegasnya di Jakarta baru-baru ini.

Selain itu, peraturan ini akan memperinci mengenai pemasaran asuransi. Firdaus mengatakan, OJK akan memberi rambu-rambu produk apa saja yang boleh dipasarkan melalui elektronik dan mana yang tidak.

"Misalnya untuk produk unit link tidak diperkenankan pemasarannya melalui elektronik,"tegasnya.

Khusus untuk pemasaran elektronik ini, OJK akan mengarahkan untuk pemasaran produk asuransi mikro. Dalam pemasaran produk ini, OJK juga akan mengajak turut serta lembaga keuangan mikro, PT Pos Indonesia dan Pegadaian.

Penulis: GTR/AF

Sumber:Investor Daily

 

 

Thanks and Best Regards,

Selvi Aldriani – 0817.487.0850

Find me on FB Groups : Indonesian Insurance e-community

https://www.facebook.com/groups/indonesian.insurance.ecommunity/

 




This email is free from viruses and malware because avast! Antivirus protection is active.


Peserta Asuransi Swasta pun harus Ikut BPJS Kesehatan

Selasa, 18 February 2014 | 16:38 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat yang sudah memiliki asuransi swasta wajib mengikuti program BPJS Kesehatan. Sebab, tak ada jaminan karyawan tersebut tetap bekerja di perusahaan yang mengikutsertakan dirinya ke asuransi swasta.

"Wajib bagi semua walaupun sudah punya asuransi swasta sebab anda tidak punya jaminan anda akan terus bekerja disitu. Jika keluar dari perusahaan? Tidak ada jaminan," ujar Kepala Grup Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Ikhsan, di Glass House Hotel Ritz Carlton Pasific Place Jakarta selasa (18/2).

Sementara itu, menurut Kepala Divisi Teknik BPJS Ketenagakerjaan, Endro Sucahyono, adanya jaminan sosial baik BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan tidak akan menjadi ancaman bagi penyelenggara asuransi swasta.

Baginya, asuransi swasta kebanyakan berorientasi di kalangan menengah ke atas. Sedangkan BPJS sebagian besar berdasar kepada kalangan menengah kebawah.

"Tidak ada ancaman bagi asuransi swasta, karena swasta kebanyakan untuk menengah atas. BPJS kan basic rata-ratanya kalangan menengah kebawah. Kalau mau nambah kelas ya tinggal ganti iuran PBI nya," terang Endro.


Editor: Laela Badriyah

 

Thanks and Best Regards,

Selvi Aldriani – 0817.487.0850

Find me on FB Groups : Indonesian Insurance e-community

https://www.facebook.com/groups/indonesian.insurance.ecommunity/

 




This email is free from viruses and malware because avast! Antivirus protection is active.


Tuesday, February 18, 2014

Tarif Asuransi Naik per 1 February 2014

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=341498

Sabtu, 28 Desember 2013

JAKARTA (Suara Karya): Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan tarif premi asuransi properti yang akan mulai berlaku pada 1 Februari 2014. Kenaikan premi sebesar 40 hingga 80 persen dibanding premi umum yang berlaku saat ini.

Tarif yang ditetapkan hanya meliputi tarif dasar untuk Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSKAI), di luar perluasan proteksi untuk risiko seperti banjir dan gempa bumi.Anggota Tim Tarif OJK, Budi Herawan, saat dihubungi wartawan, kemarin, mengungkapkan, rate untuk properti ini hanya untuk tarif dasar, jadi untuk tarif property all risks dan industrial all risks akan otomatis naik.

Ia menambahkan, pengaturan tarif premi properti juga mengeluarkan risiko machinery breakdown (kerusakan mesin) ke dalam polis yang berdiri sendiri (stand alone policy) dari posisi sebelumnya yang tergabung dalam sublimit asuransi properti/industrial all risks.

Hal ini dilakukan karena umumnya persentase terbesar dalam klaim asuransi properti adalah kerusakan pada mesin, padahal tidak ada perhitungan premi tersendiri untuk risiko tersebut.Adapun, pengaturan mengenai rate premi asuransi properti, polis stand alone, batasan mengenai biaya akuisisi dan lainnya akan disampaikan dalam surat edaran yang akan dirilis pada 31 Desember 2013. “

Makin rinci karena OJK ingin jangan sampai ada yang bolong sampai tingkat kedisiplinan industri bisa terjaga,” katanya.Sebelumnya, Direktur Pengawasan Asuransi OJK Darul Dimasqi, mengatakan, OJK mengubah aturan aturan premi asuransi banjir dan harta pada 1 Februari. Sedangkan asuransi kendaraan bermotor berubah 1 Januari dengan masa transisi sampai 28 Februari.

Dalam aturan baru itu, lanjutnya, tarif premi harus dicantumkan dalam ikhtisar atau dokumen polis yang wajib diketahui oleh nasabah asuransi.OJK juga melarang pihak ketiga yang berhubungan dengan bisnis asuransi seperti pialang asuransi, agen asuransi, bank, dan lembaga pembiayaan menjual tarif premi asuransi lebih tinggi dari yang ditetapkan perusahaan asuransi.

Karena dalam aturan baru ini OJK mematok besaran komisi yang bisa diambil pihak ketiga sebesar 15 persen untuk asuransi harta benda dan asuransi banjir. Sedangkan kendaraan bermotor maksimal 25 persen.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Kornelius Simanjuntak, berharap sejak penetapan tarif premi oleh OJK ini berlaku, persaingan tarif premi semakin sehat di antara para perusahaan asuransi. “Nantinya peraturan OJK ini yang berlaku. Kami tunggu aturannya,” katanya. (Joko S)

 

 

Thanks and Best Regards,

Selvi Aldriani – 0817.487.0850

Find me on FB Groups : Indonesian Insurance e-community

https://www.facebook.com/groups/indonesian.insurance.ecommunity/

 




This email is free from viruses and malware because avast! Antivirus protection is active.


Monday, September 9, 2013

Polis Asuransi apa yg merespon Kecelakaan Lalulintas yang melibatkan Abdul Qodir Jaelani, Putra bungsu Ahmad Dhani

Kecelakaan Maut yang terjadi di Jalan Tol Jagorawi melibatkan “Dul” Putra bungsu Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Polis Asuransi Apa saja yang merespon Kejadian ini ?
Mari kita lihat salah satu cuplikan beritanya (Sumber dari merdeka.com) :

Kronologi polisi: Dul pemicu kecelakaan yang tewaskan 6 orang

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kecelakaan tiga kendaraan di Tol Jagorawi, dipicu oleh pengemudi mobil Mitsubishi Lancer. Mobil yang dikemudikan Abdul Qodir Jaelani hilang kendali, lalu melompati pagar pembatas.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, setelah masuk ke jalur Jakarta Bogor, Lancer yang dikemudikan anak musisi Ahmad Dhani menghantam Gran Max yang berisi 6 penumpang. Lalu, Gran Max menabrak Avanza yang bermuatan 7 orang.
“Penumpang dalam mobil Gran Max meninggal dunia di tempat 4 orang, kemudian menyusul dua orang di rumah sakit,” ujar Rikwanto, Minggu (8/9).
Untuk kecepatan mobil, menurut Rikwanto, polisi masih memerlukan pengkajian lebih mendalam. Saat ini petugas masih meminta keterangan dari sejumlah saksi. Untuk korban luka sebagian masih dirawat di rumah sakit.
“Sebagian masih tunggu keluarga. Yang terluka masih dirawat di beberapa rumah sakit,” tandasnya.
Seperti diketahui, kecelakaan terjadi ketika Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang ditumpangi Dul melaju dari arah Bogor menuju Jakarta. Tiba-tiba kendaraan melompati pagar dan langsung berada di jalur yang berlawanan arah.
Di saat bersamaan, minibus Grand Max dengan nomor polisi B 1349 TFM yang ditumpangi 13 orang melaju dari arah Taman Mini menuju Cibubur. Grand Max lalu menghantam mobil yang dibawa Dul. Kemudian mobil Grand Max diseruduk Avanza D 1882 UZJ dari belakang.
6 Orang tewas dan 9 orang luka. Dul mengalami patah tulang kini dirawat di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Polis Asuransi Kendaraan ?
Jika Kendaraan tersebut memiliki Polis Asuransi Kendaraan, baik untuk Jaminan TLO ataupun All Risks sekalipun dengan dilengkapi TJH, rasanya Polis Asuransi tidak memiliki kewajiban untuk membayar seluruh kerugian yang timbul akibat kecelakaan ini, mengingat,
BAB II – Pengecualian – Pasal 3 – Butir 4, berbunyi :


    Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan atau biaya atas kendaraan bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika:
4.1.     disebabkan oleh tindakan sengaja Tertanggung dan atau pengemudi;
4.2.     pada saat terjadinya kecelakaan, kendaraan bermotor yang dipertanggungkan dikemudikan oleh seseorang yang tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
4.3.     dikemudikan oleh seorang yang berada di bawah pengaruh minuman keras, obat terlarang atau sesuatu bahan lain yang membahayakan;
4.4.     dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan rusak atau tidak laik jalan;
4.5.     memasuki atau melewati jalan tertutup, terlarang, tidak diperuntukkan untuk kendaraan bermotor atau melanggar rambu-rambu lalu-lintas.
Selain tidak memiliki SIM sebagai Pengecualian yang mutlak, Dul juga harus menjalani Tes Urine untuk memastikan bahwa pengemudi berada/tidak berada dalam pengaruh minuman keras, obat terlarang atau suatu bahaya lain yang membahayakan.
Lalu Bagaimana dengan Polis Personal Accident / Kecelakaan Diri ?
Bergantung pada Wording Polis Asuransi Kecelakaan Diri yang diterbitkan oleh masing-masing Penanggung, dimana secara Umum, Polis PA memuat Jaminan yang sehubungan dengan terjadinya kecelakaan menyebabkan :
1. Kematian
2. Cacat Tetap (Sebagian atau seluruhnya)
3. Biaya Perawatan atau pengobatan
Namun Perlu diingat, bahwa didalam Polis Kecelakaan Diri memuat Pengecualian sbb :
BAB II – Pasal 4 – Pengecualian Butir 1.4
Polis ini tidak menjamin, Kecelakaan yang terjadi sebagai akibat langsung dari tertanggung melanggar Peraturan per-undang-undangan yang berlaku.
Apakah tidak memiliki SIM merupakan Pelanggaran Peraturan per-undang-undangan yang berlaku dimaksudkan dalam Polis ?
Bagaimana dengan Polis Personal Liabiliy ?
Polis Liability adalah polis Tailor-made bagi masing-masing perusahaan Asuransi, Jika memang ybs memiliki polis ini, boleh diuji cobakan dalam kasus ini,
  1. apakah Polis Personal Liability yang dimiliki memuat Jaminan ini ? terhadap tuntutan-tuntutan yang akan timbul dari para korban kecelakaan ?
  2. Apakah polis Personal Liability yang akan merespond adalah Polis yang nama tertanggungnya adalah Abdul Qodir Jaelani, atau harus Polis atas nama Orang tuanya ?
  3. Lalu apakah sama dengan Polis PA, terdapatnya klausul mengenai pengecualian jika melanggar UU yang berlaku ?
  4. Pertimbangkan juga mengenai Pronsip Asuransi yaitu pada unsur “Not against Public Policy”
Lalu Bagaimana Asuransi Sosial – Kecelakaan Jalan Raya
Pihak Asuransi Jasa Raharja telah menyatakan :
  1. Memberikan Santunan para korban masing-masing Rp. 25 Juta
  2. Mempertimbangkan Pemberian Santunan sebesar Rp. 10 Juta bagi Dul
Apa yang mendasarinya ? Mengapa Dul hanya mendapatkan Rp. 10 Juta ? dimana Dul juga merupakan Korban (selain dari Pelaku terjadinya kecelakaan ini?
Selamat melakukan Review.